Bapak pramuka Indonesia, hayo siapa yang tahu ?? begitu kakak pembina memulai materi kepramukaan sore ini di SDIT Al Barkah. Padahal jelaslah bahwa bapak pandu dunia adala Baden Powell , Nah sejarah kepramukaan di indonesia tidak lepas dari Bapak Pramuka Indonesia yang kadang orang awan jarang mengetahui, siapakah Bapak Pramuka Indonesia, tali pramuka murah akan membahas ini , yuk mari kita ikuti Perjalanan Sri Sultan Hamengkubuowono IX menjadi Bapak Pramuka Indonesia.

Bapak Pramuka IndonesiaBapak Pramuka Indonesia

 

Jauh sebelum istilah Gerakan Pramuka digagas, aktivitas kepanduan dikabarkan memang sudah ada di jaman penjajahan Belanda. Dr. Moewardi salah satu Tokoh Nasional saat itu mendirikan perkumpulan aktivitas kepanduan yang disebut Jong Java Padvinders, yang kemudian istilah tersebut oleh Belanda dilarang, maka berganti menjadi Pandoe Kebangsaan. Inilah yang kemudian menjadi wadah pertama kepanduan.Pergantian istilah Padveiders menjadi Pandu, tidak lepas dari peran Bapak K.H Agus Salim yang juga Tokoh Pejuang Kemerdekaan Indonesia . Organisasi Kepanduan ini berjalan dengan anggota yang aktif, termasuk di dalamnya Sultan Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono IX. Menjelang tahun 1960-an, Hamengkubuwono IX dipercayakan menjadi Pandu Agung (Pemimpin Kepanduan). Posisi ini membuat Hamengkubuwono memiliki peran besar dalam menyatukan organisasi kepanduan yang ada di seluruh Indonesia. Ditahun berikutnya, yakni tahun 1961 organisasi kepanduan mulai berada dalam satu wadah.
Bersama Presiden RI Ir.Soekarno, Sri Sultan mendiskusikan tentang ide penyatuan organisasi kepanduan, hingga adanya ide pendirian Gerakan Pramuka beserta pengembangannya. Tepat pada tanggal 9 Maret 1961, Presiden Soekarno membentuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka.
Panitia tersebut terdiri dari Sri Sultan Hamengkubuwono IX, Dr.A. Azis Saleh (Menteri Pertanian),Prof. Prijono (Menteri P dan K), dan Achmadi (Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa). Panitia inilah yang menyusun Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sehingga terbitnya Keputusan Presiden RI Nomor 238 Tahun 1961, pada tanggal 20 Mei 1961.
Tepat pada 14 Agustus 1961, dilaksanakannya penganugerahan Panji Kepramukaan dan defile sekaligus pelantikan Mapinas (Majelis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari Gerakan Pramuka. Sri Sultan Hamengkubuwono IX saat itu mendapat amanah menjadi Ketua Kwarnas merangkap sebagai Wakil Ketua I Mapinas. Dimana, Ketua Mapinas adalah Presiden RI Soekarno sendiri. Kemudian, 14 Agustus tiap tahunnya menjadi hari Pramuka.
Hamengkubuwono memimpin Kwarnas (Kwartir Nasional) Gerakan Pramuka empat periode berturut-turut, yakni masa bakti 1961-1963, 1963-1967, 1967-1970 dan 1970-1974. Periode ini yang menjadikan Sri Sultan sebagai Ketua Kwarnas pertama, dan juga terlama kedua, yang menjabat sebagai ketua Kwarnas selama 4 periode dalam 13 tahun setelah Letjen. Mashudi yang menjabat sebagai Ketua Kwarnas selama 3 periode dalam 15 tahun.
Perjuangan Sri Sultan Hamengkubuwono IX dalam membangun peralihan Kepanduan menjadi Pramukaā€¯, mengundang banyak pujian dari dalam Negeri dan Luar Negeri. Pada tahun 1973, World Organization of the Scout Movement (WOSM) memberikan penghargaan tertinggi dalam membangun kepramukaan kepada Sri Sultan, penghargaan itu disebut Bronze Wolf Award.
Karena penghargaaan tersebut, dalam Musyawarah Nasional (Munas) Gerakan Pramuka pada tahun 1988, bertempat di Kota Dili , Timor Timur, yang saat ini menjadi Timor Leste. Sri Sultan Hamengkubuwono IX dinobatkan menjadi Bapak Pramuka Indonesia. Kemudian Pengangkatan ini tertuilis dalam Surat Keputusan nomor 10/MUNAS/88 tentang Bapak Pramuka Indonesia.