bumi perkemahan sukamantri
Bumi perkemahan sukamantri yang membuat kenangan tentang liburan berkemah.
Ngeri-ngeri sedap itu… Waktu liat harga tiket pesawat untuk pemberangkatan libur lebaran nanti, harganya wow mahal banget! Rasanya, rencana liburan ke luar kota di libur lebaran tahun ini emang harus diundur dulu deh. Rencananya sih, mau minggat sebentar dari riuhnya Kota Bogor yang tiap kali musim liburan datang pasti deh, hampir semua tempat wisata bakal penuh pengunjung. Mau nyantai alias liburan santai di hotel juga percuma, yakin deh hotel dan penginapan, pasti udah banyak yang juga sudah di booking penuh.
Tapi, saya gak kehabisan ide dong buat ngisi liburan nanti. Saya udah ketemu tempat yang bisa saya datangin kalau lagi butuh piknik. Beruntungnya, tempatnya ini gak jauh dari rumah, cuma butuh waktu sekitar 40 menit aja dari Cibubur. Nama tempatnya Bumi Perkemahan Sukamantri, yang masih masuk kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS). Kebetulan, beberapa waktu lalu saya sempat menghabiskan sore di tempat ini. Jadi, meskipun namanya bumi perkemahan, gak melulu harus kemah kok, maen doang juga boleh.
Hal pertama yang saya bayangkan pas udah sampai di sana adalah masang hammock, terus lenyeh-lenyeh sambil baca buku atau ngetik kayanya surga banget deh yaaa! Tapi, kalau sekalian nge-camp sih pastinya bakal lebih seru yaaa. Malamnya bisa liat kerlipan manja lampu kota (citylight) dari kejauhan, paginya bisa liat matahari yang naik perlahan, paket komplit banget kan.

bumi perkemahan sukamantri
bumi perkemahan sukamantri
Tempat Camping Seru Di Gunung Salak Bogor
Siang itu, dari rumah saya arahkan motor ke perempatan Ciapus, lalu ambil jalan lurus ke arah Setu Tamansari. Lurus lagi sampai ujung ada pertigaan lalu belok kiri, di pertigaan berikutnya, saya belok kanan. Dari sini menuju ke Buper sekitar 1,5-2 KM dengan kontur jalan berbatu. Tapi masih bisa dilalui sepeda motor atau mobil, saat perjalanan pulang saya sempat lihat beberapa motor dan mobil, sempat meminggirkan kendaraannya, sekadar mendinginkan mesin kendaraan atau mungkin hanya sedang menikmati pemandangan indah sepanjang jalan menuju Buper
Sampai melewati gerbang Kujang Raider, jalanan lebih menanjak dan berkelok. Di sini sih serunya, meskipun ke Buper masih bisa diakses menggunakan kendaraan tapi kita gak kehilangan “cita rasa” gunungnya. Mungkin kalau jalannya di aspal, rasa gunungnya agak kurang dapet yah.
Sesampainya di Buper, saya lihat beberapa kendaraan sudah terparkir di sana. Dekat parkiran, ada beberapa warung sederhana yang menjual kopi ataupun mie rebus, jadi gak perlu takut kelaperan deh kalau main ke isni tapi gak bawa bekal. Saya lihat juga, sudah ada dua tenda yang terpasang. Nah asyiknya nih, kalau kita gak punya tenda, atau malas bawa tenda, di Buper ini disediakan juga untuk sewa tenda dan segala perlengkapannya.
Harga sewa tenda paling murah 60.000/malam untuk kapasitas tenda 3-4 orang. Selain tenda mereka juga menyewakan, flysheet, matras, sleeping bag, lampu lentera, headlamp elektrik, kompor, dan lain-lain. Dan bahkan mereka juga menyediakan tenda berkapasitas banyak, sekitar 30-40 orang. Emang sih, Bumi perkemahan sukamantri ini katanya sering dijadikan untuk tempat pelatihan Jungle Rescue gitu sama Basarnas.
Untuk tiket masuk, jika hanya main sekitar 5000/orang, untuk camping sekitar 20.000/orang. Biaya parkir kendaraan, motor 10.000, mobil 15.000, khusus kalau ke sininya pakai angkot gak perlu bayar parkir alias gratiis.
Untuk kebersihan, Buper punya banyaaak banget fasilitas kamar mandi, dan kamar mandinya pun bersih dan nyaman. Airnya sih gak usah ditanya, pastinya dingin dan menyegarkan banget karena aliran langsung dari gunung. Dan, di Bumi perkemahan sukamantri ini juga ada satu curug yang bisa kita datangin, namanya Curug Suryakencana, sayangnya saat itu saya belum sempat ke sana karena keterbatasan waktu. Tapi mengingat lokasinya di gunung, tingkat trekking juga pasti cukup sulit, jadi jika teman-teman berniat ke Curugnya, pastikan membawa perlengkapan alat yaah ….

jangan lupa yel yel pramuka kekinian disini